Perkampung Tua Alabio dan Hutan Rawa
Hal-hal unik dari daerah Amuntai
Copas dari : Alfigenk Ansyarullah
Siapa
yang tidak kenal dengan itik alabio, binatang ikon, khas dari kabupaten
hulu sungai utara ini sudah masyur sampai nasional sebagai salah satu
itik paling bandel dan mudah dipelihara.
Itik alabio disebut
demikian karena di kecamatan alabio lah tempat perdagangan itik ini
diselenggarakan secara besar-besaran. Kecamatan yang terletak hanya 10
Km dari Amuntai, ibu kota kabupaten ini.
Itik alabio rupanya
telah dijadikan ikon dari kabupaten Hulu sungai Utara, sebuah patung
besar itik Alabio ini pun telah di bangun dikota amuntai , siapa yang
tidak pernah mendengar kota amuntai?..tentu saja di Indonesia ini masih
banyak yang tidak tahu tentang kota amuntai.
Amuntai, demikian
kabupaten ini lebih dikenal dari nama ibukotanya, sangat sering masuk
televisi di dalam acara jalan-jalan, karena wilayahnya yang unik dan
mempunyai banyak hal unik-unik, diantaranya adalah itik alabio, burung
balibis, dan kerbau rawa. Daerah amuntai juga terdapat situs sejarah,
berupa candi disebut candi agung sebagai peninggalan kerajaan Dipa yang
masih bernuansa Hindu-Budha.
Daerah amuntai ini juga terletak
tepat di tengah-tengah kalimantan bagian tenggara, jika menuju ke
selatan melalu sungai besar maka kita akan menembus sungai barito dan
memasuki banjarmasin, begitu pula dengan jalan darat. Untuk menuju
wilayah utara kalimantan tengah seperti tamiyang layang, buntok, muara
teweh, dan puruk cahu kita dapat menggunakan sungai maupun darat. Begitu
pula jika kita ingin menuju ke kalimantan timur, tidak terlalu jauh
maka kita akan menemukan tapal batas kalimantan timur dan kita bisa
menuju ke daerah Penajam Pasir dan kota balikpapan.
Daerah ini
terletak hampir 200 Km arah utara dari kota banjarmasin,daerah ini unik
karena terletak ditengah rawa-rawa, sekian lamadaerah ini dianggap dan
dilihat sebagai wilayah yang tidak menarik, seolah hanya sebuah
rawa-rawa tidak berguna dan tidak mempunyai sesuatu selain rawa-rawa itu
sendiri, bahkan hal ini tercermin dari masyarakatnya sendiri yang tidak
banyak mengetahui tentang seluk beluk wilayahnya sendiri, bahkan
pemerintah daerahnya pun bisa diduga tidak tahu banyak tentang hal-hal
unik daerah sendiri. (saya terlihat sok tahu ya) hehehe saya bercanda
saja.
Namun oke lah kalau begitu, itu bukan urusan penulis saat
ini, tapi penulis akan mengulas sesuatu yang lain hal-hal unik yang bisa
kita temui di wilayah amuntai ini, selain itik, balibis, kerbau rawa,
atau candi agung tentunya.
1. Kampung-kampung Lama Banjar di Alabio.
“Engkau
harus pergi jauh, agar engkau bisa tahu tentang kampung halamanmu
sendiri”, mungkin itu peribahasa yang tepat untuk wilayah ini.
Tidak
banyak yang tahu bahwa alabio merupakan sebuah wilayah Tua, tertulis
dalam catatan tua di kerajaan banjar dahulu, seperti juga daerah Kalua,
Nagara, dan margasari.
Topograpi
wilayah alabio adalah bersungai besar dan mempunyai anak-anak sungai
yang banyak serta dikelilingi oleh rawa-rawa. Dahulu transportasi di
wilayah ini menggunakan perahu, dan sekarang meskipun transportasi darat
sudah mulai banyak digunakan tapi perahu-perahu besar dan kecil tetap
tidak bisa ditinggalkan dan tetap harus di gunakan.
Selain
itiknya, atau burung Balibisnya, Alabio juga terkenal dengan budaya
tuturnya yang jenaka yang penuh dengan permainan logika kata yang
menarik, maka terkenal lah sebuah anekdot “maalabio”, jika anda berada
diwarung-warung minum di Alabio maka bersiaplah anda untuk tertawa
terbahak-tabak ketika anda menemui orang yang berbicara jenaka,
kejenakan itu biasanya timbul secara tidak sengaja dan tidak
dibuat-buat. “maalabio” sudah menjadi ikon orang banjar yang jenaka
dimana-mana.
Selanjutnya, orang-orang alabio juga sangat terkenal
dengan jiwa dagangnya, orang alabio juga terkenal sebagai china banjar,
karena sifat dagangnya yang ulet seunit orang-orang china, kita akan
sangat susah menemukan pedagang china di wilayah amuntai, karena mereka
selalu kalah bersaing dengan orang-orang alabio ini.
Nah karakter
berdagang ini lah yang membuat orang alabio mempunyai tradisi merantau
yang kuat, diseluruh kalimantan Selatan, kalimantan Tengah, dan
kalimantan Timur kita akan menemukan bos-bos besar pedagang yang
mempunyai darah alabio, dipasar-pasar diseluruh kabupaten di tiga
provisinsi ini kita juga bisa menemukan orang alabio. Selain itu kita
juga dapat menemukan mereka dipasar-pasar di kota-kota besar di
surabaya, jakarta, bahkan makasar.
Dari sedari dulu, Alabio juga
terkenal dengan sifat relegi keislamannya yang kuat. Di sinilah dulu
pusat-pusat pendidikan islam berada, banyak orang dari daerah hulu
sungai sebelum pergi mengaji ke mekkah, terlebih dahulu memperdalam ilmu
keagamaan di alabio. Didaerah ini juga terdapat mesjid tua, yang
menjadi bukti bahwa wilayah ini menjadi salah satu daerah pertama yang
di islamkan.
Tidak banyak yang tahu, bahwa tersebarnya
Muhammadiyah di kalimantan dimulai oleh orang alabio yang sering pergi
berdagang ke surabaya, kemudian dari alabio lah Muhammadiyah tersebar ke
seluruh kalimantan dibawa oleh orang-orang alabio.
Hal yang unik
juga, di alabio dahulu pertentangan antara kelompok Muhammadiyah dan
Nahdatul Ulama juga sangat keras disini, sampai-sampai disebut sebagai
wilayah paling keras pertentangannya di Indonesia. Jika anda seorang
Muhammadiya maka bisa-bisa lamaran anda kepada seoran gadis Nahdatul
Ulama akan di tolak keluarganya, dan begitu juga sebaliknya. (itu dulu
sih, sekarang mungkin tidak lagi), Di alabio juga terdapat sebuah
pesantren Milik Muhammadiyah.
Jika anda adalah orang yang
menyukai perkampungan-perkampungan budaya dan bernilai sejarah, jika
anda adalah orang yang sangat ingin tahu tahu bagaimana perkampungan
orang banjar yang asli, maka anda harus datang ke alabio, menurut saya
wilayah ini seharusnya di jadikan cagar budaya.
Anda harus naik
perahu, dan minta lah berkeliling menyusuri perkampungan-perkampungan
alabio di sungai-sungai kecilnya, maka anda pasti terkesima melihat
rumah-rumah besar berumur puluhan bahkan ratusan tahun yang masih utuh
berdiri di sepanjang pinggiran sungai-sungai kecil di alabio.
Rumah-rumah
besar yang tua ini masih berdiri dikarenakan adanya pemeliharaan yang
dilakukan para pewarisnya, kebanyakan rumah-rumah besar itu memang
dimiliki para perantau alabio, meskipun mereka tinggal di kota-kota dan
daerah lain, tetapi mereka mempercayakan pemeliharaan rumah mereka
kepada kerabat mereka. Dalam moment-moment tertentu keluarga-keluarga
perantau tersebut akan pulang dan bersilaturahmi, seperti pada saat-saat
hari Raya idul fitri.
Anda tidak akan menukan perkampungan
banjar yang seperti ini lagi diwilayah lain, meski dibanjarmasin atau
martapura. Percayalah kepada saya.
2. Perkampungan di tengah rawa-rawa di Paminggir
Sudah
diterangkan diawal bahwa wilayah amuntai ini dikelilingi oleh
rawa-rawa, wilayah itu jika di musim hujan akan terjadi banjir dan
seluruh wilayahpun akan terlihat seperti lautan.
Nah, siapa
sangka di tengah-tengah lautan rawa air tawar ini kita bisa menemui
perkampungan-perkampungan dengan penduduk yang banyak, bahkan
sampai-sampai pemerintah daerah membuatkan rumah sakit disana.
Dikecamatan
paminggir lah kita bisa menemukan wilayah unik seperti ini, sudah
ribuan tahun daerah ini ditinggali manusia, dan saya sendiri juga tidak
bisa membayangkan tinggal ditengah-tengah rawa yang sangat luas ini.
Bagaimana dengan anda?
Kita harus menggunakan kapal untuk dapat
mencapai wilayah ini, pelabuhan kecil terdapat di kecamatan danau
panggang, beberapa kilometer arah selatan alabio, dan kita pun juga
harus menggunakan perahu-perahu untuk mencapai desa-desa disana. Unik
kan?..
Ada lagi yang lebih menarik, yaitu rumah-rumah lanting
yang lantainya terbuat dari bambu, mereka hidup mengembara di
tengah-tengah rawa-rawa, menuruti arah angin. Perkampungan lanting ini
juga terdapat di wilayah rawa di barabai.
3. Menjangan besar, bekantan, Burung baruh, Buaya Kuning.
Siapa
yang pernah melihat rusa sebesar sapi dengan kijangnya yang besar
menjulang?..semua pasti pernah melihat di televisi, tapi kalau melihat
lansung dengan mata sendiri, mungkin hanya beberapa orang saja.
Tapi kan kijang biasanya ada di hutan, di gunung, amuntai ini tidak punya hutan atau gunung, hanya ada rawa-rawa bukan?..
ehh
tunggu dulu, jangan salah ya..meski pun wilayah amuntai ini wilayah
rawa-rawa tapi bukan berarti tidak punya hutan, amuntai tentu saja punya
hutan, hutan rawa namanya..berada dipedalaman rawa-rawa itu, dan
pohon-pohonnya dulu besar-besar dan lebat, besar seperti drum dan lebat
hingga matahari tidak tembus ke bawah, dan jika musim banjir pun akan
terkena banjir, unik bukan?..jelas lah hutan ini sangat unik.
yusranefendiritonga.blogspot.com
Kita
bisa menemui hutan ini diperbatasan amuntai dan barabai, sayangnya
hutan ini sebentar lagi akan dihapus dari peredaran selamanya karena
akan di jadikan perkebunan kelapa sawit.
Bagaimana dengan
masyarakat amuntai, mungkin tidak banyak orang yang tahu bahwa di
wilayah amuntai ini , dihutan-hutan mereka ada binatang-binatang langka
yang unik.
Jika kita memasuki wilayah hutan pinang kara atau pinang habang, di kecamatan Alabio, maka kita akan menemukan hutan tersebut.
Dihutan-hutan
tersebut kita bisa menemukan menjangan-menjangan besar sebesar sapi
yang liar hidup di hutan-hutan rawa, ada juga bekantan yang berhidung
mancung, jika beruntung kita juga akan menemukan burung baruh yang
tingginya hampir satu meter, kita juga bisa menemukan buaya kuning di
danau caramin ditengah-tengah hutan tersebut dan juga ular-ular besar
dan panjang. Babi hutan adalah momok tersendiri diwilayah ini yang
populasinya sangat banyak.
Jika wilayah ini di konservasi, maka
tentu saja kita akan mendapatkan tempat wisata yang unik, bagi
masyarakat amuntai dan barabai sendiri mereka tidak perlu harus ke pulau
jawa untuk berwisata melihat binatang-binatang unik di kebun-kebun
binatang, bagi pemerintah daerah sendiri sebenarnya bisa menjadi objek
pariwisata yang prestesius karena berbentuk konsevasi unik di wilayah
hutan rawa.
Wilayah ini telah terkena wilayah perkebunan sawit,
para bos sawit tersebut mempunyai uang yang banyak sehingga mereka akan
mudah membawa anak-anak mereka melihat rusa atau binatang langka di
pulau jawa atau luar negeri, tapi bagaimana dengan anak-anak masyarakat
amuntai dan barabai?..pernahkan mereka melihat menjangan?..pernahkan
para orang tua mereka membawa mengajak mereka wisata melihat binatang
langka?...tentu saja tidak pernah.
Jika wilayah hutan rawa ini tidak diselematkan, maka amuntai akan sangat rugi seumur hidup mereka.
Selain
itu di wilayah hutan rawa di haur gading juga pernah dilaporkan adanya
urang hutan dam kijang besar, jika benar urang hutan tersebut ada, maka
amuntai adalah satu-satunya wilayah di kalimantan selatan yang mempunyai
urang utan, selama ini kalimantan selatan memang dianggap tidak pernah
mempunyai wilayah alami urang hutan.
Ternyata capek juga menulis itu ya, oke lah kalau begitu,
Semoga
tulisan ini bisa memberikan semangat bagi pembacanya untuk bisa
menemukan hal-hal baru di wilayah rawa-rawa yang unik ini.